Print Friendly

Asslamu’alaikum.

Menjelang 17 Agustus 2007 – pertanda usia negara kita sudah 62 tahun – ini, kelihatannya “kita orang Indonesia ” makin kreatif yang aneh-aneh. Lihat saja di tv, yang tidak main  sinnetron, tidak punya berita bagus, dll., tiba-tiba ngetop. Ada yang meniru gaya A’a Gym di tv. Ada yang nyanyi dangdut di acara penikahan cuma pakai BH. Yang lain buat rekaman adegan bugil sama pasangannya.

Yang meniru A’a Gym, sambil cengengesan bicara di depan kamera, diiringi tepuk meriah penonton di studio dan bahak pemirsa di rumah. Tokoh yang harusnya kita contoh, kita renungi nasihatnya, pelajari kisah hidupnya, justru jadi ledekan. Dan ini legal di mata dunia pertelevisian kita yang kian kreatif tanda kutif sekarang ini.

Lepas dari itu, hampir semua sinetron dan episode untuk anak-anak menyajikan cerita-cerita yang tidak mendidik samasekali. Lihatlah sekali-kali  Sinetron Dongeng. penuh dengan ilmu-ilmu kadigdayan dan jurus-jurus sakti yang ga’ tau dari mana munculnya. Sudah dibahas tentang adegan kekerasan di Smack Down!, rupanya perlu diadakan pembahasan serupa tentang ilmu kadigdayan dalam cerita tersebut. Penuh kebohongan, tidak mendidik. Kenyataannya, setidaknya di sekeliling saya, tidak satupun anak-anak yang meresapi makna cerita yang disuguhkan dengan rating tinggi ini.

Itu anak-anak.

Remaja? Lain lagi. Cerita yang ada di TV cuma memancing emosi seorang remaja untuk berpihak sesuai jalan cerita. Tokoh-tokoh cerita begitu berlawanan karakternya, hingga mau tidak mau, pemirsa, terutama remaja, ikut begitu saja pada cerita yang direkayasa oleh entah apanya tuh Sinetron.

Hampir tidak ada sesuatu yang membut remaja kita termen ung, berpikir, dan memilih yang mana yang patut dicontoh. Bahkan sejauh ini, menurut saya, belum ada seorang anak yatim atau anak tiri yang manyadari kesamaan cerita hidupnya dengan cerita yang ditontonnya, kemudian menemukan bagaimana seharusnya dia menetukan masa depannya, kemudian menjadi contoh bagi generasi senasib setelahnya.

Itu di TV.

Dunia nyata yang ada di sekeliling kita sedikit lain kisahnya.  Anak SMA, yang menganggap dosa cuma ada di kitab suci, mulai berani merekam adegan bugil bersama pasangannya. Kemudian entah sengaja  entah tidak, video rekamannya jatuh ke tangan orang kreatif. Jadilah blog/website plus! yang menawarkan video 3GP yang marak belakangan ini, untuk memanen iklan dari rating pengunjung yang tinggi, yang hampir bisa dipastikan didominasi oleh remaja.

Yang dewasa pun tidak tinggal diam. Buat apa memangku tangan kalau tubuh masih hot dan goyangan masih dahsyat?  Di Makassar, cewe yang awalnya penyanyi panggung di pesta pernikahan, kini “naik jenjang karir”-nya. Sudah berani buka baju di depan penonton. Goyangannya jangan ditanya! kalah tuh strip tease yang hot dijual di pelelangan DVD porno!

Malah yang baru-baru ini terjadi, penyanyi panggung ini nyanyi dangdut sambil buka baju di acara pernikahan! Siang bolong! Di tengah  para undangan!!

Kenapa? Hidup sekarang susah, Mas!  Kita kan jual badan, gak jual harga diri! Hebat ya…

Semoga 17   Agustus kali ini mengawali setahun usia negara kita yang akan datang, dengan kreatif yang positif.

Salam, JokoRB.

 

Comments

comments

Powered by Facebook Comments